Tampilkan postingan dengan label Realigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Realigi. Tampilkan semua postingan
0 Tentang Sholat
9.15.2012
Label:
Realigi
[[ MANFAAT SHALAT SECARA MEDIS ]]
Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah
memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita.
Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam
memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik,
mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang
sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat
kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.
Manfaat Wudlu Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang
fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai
ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi (
tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan
media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan
secara tekanan.
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalu kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman.
Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.
Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa!!
Keutamaan Berkumur Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut.
Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman.
Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.
Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita.

Manfaat Kesehatan Sholat Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah adlat pernapasan
Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor).
Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar.
Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih.
Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.
Sujud Mencegah Wasir Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud.
Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita.
Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.
Manfaat Sholat Malam Malam hari biasanya dingin dan lembab. Kalau ditanya, paling enak tidur di waktu tersebut. Banyak lemak jenuh yang melapisi saraf kita hingga menjadi beku. Kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kaku, bahkan kolesterol dan asam urat merubah menjadi pengapuran.
Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat syaraf yang mengatur tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata kita.
Jadi sholat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur malah menjadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan sholat malam, kita akan mengendalikan urat tidur kita.
Sholat Lebih Canggih dari Yoga “Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang di antara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabat menjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau bersabda : “Begitulah perumpamaan sholat lima waktu. Allah menghapus segala keselahan mereka”. (H.R Abu Hurairah r.a).
Jika manfaat gerakan sholat kita betul, maka sangat luar biasa manfaatnya dan lebih canggih daripada yoga. Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah.
Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuah hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh para orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul?
Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman. Semoga sholat kita makin terasa manfaatnya.
( post dari http://ustadchandra.wordpress.com/)
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalu kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman.
Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.
Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa!!
Keutamaan Berkumur Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut.
Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman.
Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.
Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita.
Manfaat Kesehatan Sholat Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah adlat pernapasan
Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor).
Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar.
Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih.
Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.
Sujud Mencegah Wasir Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud.
Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita.
Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.
Manfaat Sholat Malam Malam hari biasanya dingin dan lembab. Kalau ditanya, paling enak tidur di waktu tersebut. Banyak lemak jenuh yang melapisi saraf kita hingga menjadi beku. Kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kaku, bahkan kolesterol dan asam urat merubah menjadi pengapuran.
Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat syaraf yang mengatur tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata kita.
Jadi sholat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur malah menjadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan sholat malam, kita akan mengendalikan urat tidur kita.
Sholat Lebih Canggih dari Yoga “Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang di antara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabat menjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau bersabda : “Begitulah perumpamaan sholat lima waktu. Allah menghapus segala keselahan mereka”. (H.R Abu Hurairah r.a).
Jika manfaat gerakan sholat kita betul, maka sangat luar biasa manfaatnya dan lebih canggih daripada yoga. Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah.
Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuah hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh para orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul?
Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman. Semoga sholat kita makin terasa manfaatnya.
( post dari http://ustadchandra.wordpress.com/)
0 Keajaiban Puasa
Label:
Realigi
Keajaiban Puasa Ramadhan: Pembaruan Struktur Otak & Relaksasi Sistem Saraf
JAKARTA (voa-islam.com) – Selama
sebulan puasa selama Ramadhan, umat Islam jalani runititas sahur,
menahan diri dari makan, minum & seks, serta amalan ibadah.
Penelitian menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori
meningkatkan kinerja otak. Subhanallah, puasa Ramadhan terbukti
bermanfaat untuk membentuk struktur otak baru dan merelaksasi sistem
saraf.
Otak merekam kegiatan yang dilakukan secara simultan. Begitu juga dengan aktivitas puasa. Selama satu bulan, tubuh diajak menjalani rutinitas sahur, menahan diri dari makan, minum, dan seks, kemudian berbuka di petang hari serta menjalankan ibadah Ramadan lainnya.
Berpuasa menjadi bagian dari perintah agama. Sementara itu agama dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol otak. Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa puasa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. “Sel-sel otak dapat mengalami regenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya karena latihan mental yang terus-menerus,” kata Taufik.
Bahasa awamnya, kata dia, apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, struktur otaknya akan berubah. Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah sel saraf itu minimal 21 hari. Menurut Taufik, puasa adalah latihan mental yang menggunakan perantara latihan menahan kebutuhan fisik (makan, minum, seks).

Contohnya, kata dia, otak dapat mengingat dengan baik di saat tenang dan rileks. Ketika tidur, biasanya orang bermimpi. Kenapa? Karena di waktu ini otak hanya menerima dan mengelola informasi yang berasal dari dalam dirinya. Di dalam Al-Quran, menurut Taufik, ada istilah an-nafsul-muthmainah(jiwa yang tenang) karena memang dalam suasana tenang orang dapat berpikir dengan baik dan memiliki kepekaan hati yang tajam. “Ketenangan membuat kita tidak reaktif menghadapi permasalahan,” katanya.
Luqman Al-Hakim pernah menasihati anaknya, “Wahai anakku, apabila perut dipenuhi makanan, maka gelaplah pikiran, bisulah lidah dari menuturkan hikmah (kebijaksanaan), dan malaslah segala anggota badan untuk beribadah.”
Otak terdiri atas triliunan sel yang terhubung satu dengan lainnya. Di dalamnya bisa disimpan 1 miliar bit memori atau ingatan. Ini sama dengan informasi dari 500 set ensiklopedia lengkap.
Di dalam otak, ada sel yang disebut sebagai neuroglial cells. Fungsinya sebagai pembersih otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit akan ‘dimakan’ oleh sel-sel neuroglial ini. Fisikawan Albert Einstein dikenal sebagai orang yang suka berpuasa. Ketika mendonasikan tubuhnya, para ilmuwan menemukan sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein 73 persen lebih banyak ketimbang orang kebanyakan.
Taufik mengatakan bahwa puasa adalah salah satu bentuktazkiyatun nafs (menumbuhkan nafsu) dan tarbiyatun iradah(mendidik kehendak). Karena itu, sejak niat puasa, perilaku selama berpuasa dan ritual-ritualnya berada dalam konteks memperbaiki nafsu, menumbuhkan, kemudian mengelola kemauan-kemauan manusia. [taz/tin]
Otak merekam kegiatan yang dilakukan secara simultan. Begitu juga dengan aktivitas puasa. Selama satu bulan, tubuh diajak menjalani rutinitas sahur, menahan diri dari makan, minum, dan seks, kemudian berbuka di petang hari serta menjalankan ibadah Ramadan lainnya.
Berpuasa menjadi bagian dari perintah agama. Sementara itu agama dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol otak. Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa puasa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. “Sel-sel otak dapat mengalami regenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya karena latihan mental yang terus-menerus,” kata Taufik.
Bahasa awamnya, kata dia, apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, struktur otaknya akan berubah. Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah sel saraf itu minimal 21 hari. Menurut Taufik, puasa adalah latihan mental yang menggunakan perantara latihan menahan kebutuhan fisik (makan, minum, seks).
…Apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, struktur otaknya akan berubah…Selain membentuk struktur otak baru, Taufik menjelaskan bahwa puasa merelaksasi sistem saraf, terutama otak. Tetapi ada perbedaan mendasar antara relaksasi sistem pencernaan dan sistem saraf. Selama puasa, sistem pencernaan benar-benar beristirahat selama sekitar 14 jam, sementara di dalam otak orang yang berpuasa justru terjadi pengelolaan informasi yang banyak.
Contohnya, kata dia, otak dapat mengingat dengan baik di saat tenang dan rileks. Ketika tidur, biasanya orang bermimpi. Kenapa? Karena di waktu ini otak hanya menerima dan mengelola informasi yang berasal dari dalam dirinya. Di dalam Al-Quran, menurut Taufik, ada istilah an-nafsul-muthmainah(jiwa yang tenang) karena memang dalam suasana tenang orang dapat berpikir dengan baik dan memiliki kepekaan hati yang tajam. “Ketenangan membuat kita tidak reaktif menghadapi permasalahan,” katanya.
Luqman Al-Hakim pernah menasihati anaknya, “Wahai anakku, apabila perut dipenuhi makanan, maka gelaplah pikiran, bisulah lidah dari menuturkan hikmah (kebijaksanaan), dan malaslah segala anggota badan untuk beribadah.”
Otak terdiri atas triliunan sel yang terhubung satu dengan lainnya. Di dalamnya bisa disimpan 1 miliar bit memori atau ingatan. Ini sama dengan informasi dari 500 set ensiklopedia lengkap.
Di dalam otak, ada sel yang disebut sebagai neuroglial cells. Fungsinya sebagai pembersih otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit akan ‘dimakan’ oleh sel-sel neuroglial ini. Fisikawan Albert Einstein dikenal sebagai orang yang suka berpuasa. Ketika mendonasikan tubuhnya, para ilmuwan menemukan sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein 73 persen lebih banyak ketimbang orang kebanyakan.
….Penelitian Universitas Harvard, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak…Sebuah penelitian yang dilakukan John Rately, seorang psikiater dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak. Dengan alat functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI), Rately memantau kondisi otak mereka yang berpuasa dan yang tidak. Hasilnya, orang yang shaum memiliki aktivitas motor korteks yang meningkat secara konsisten dan signifikan.
Taufik mengatakan bahwa puasa adalah salah satu bentuktazkiyatun nafs (menumbuhkan nafsu) dan tarbiyatun iradah(mendidik kehendak). Karena itu, sejak niat puasa, perilaku selama berpuasa dan ritual-ritualnya berada dalam konteks memperbaiki nafsu, menumbuhkan, kemudian mengelola kemauan-kemauan manusia. [taz/tin]
0 Manfaat Puasa
Label:
Realigi
Puasa Ternyata Ubah Struktur Otak
Otak merekam kegiatan yang dilakukan secara simultan. Begitu juga
dengan aktivitas puasa. Selama satu bulan, tubuh diajak menjalani
rutinitas sahur, menahan diri dari makan, minum, dan seks, kemudian
berbuka di petang hari serta menjalankan ibadah Ramadan lainnya.
Berpuasa menjadi bagian dari perintah agama. Sementara itu agama dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol otak. Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa puasa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. “Sel-sel otak dapat mengalami regenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya karena latihan mental yang terus-menerus,” kata Taufik kepada Tempo.
Bahasa awamnya, kata dia, apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, struktur otaknya akan berubah. Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah sel saraf itu minimal 21 hari. Menurut Taufik, puasa adalah latihan mental yang menggunakan perantara latihan menahan kebutuhan fisik (makan, minum, seks).
Selain membentuk struktur otak baru, Taufik menjelaskan bahwa puasa merelaksasi sistem saraf, terutama otak. Tetapi ada perbedaan mendasar antara relaksasi sistem pencernaan dan sistem saraf. Selama puasa, sistem pencernaan benar-benar beristirahat selama sekitar 14 jam, sementara di dalam otak orang yang berpuasa justru terjadi pengelolaan informasi yang banyak.
Contohnya, kata dia, otak dapat mengingat dengan baik di saat tenang dan rileks. Ketika tidur, biasanya orang bermimpi. Kenapa? Karena di waktu ini otak hanya menerima dan mengelola informasi yang berasal dari dalam dirinya. Di dalam Al-Quran, menurut Taufik, ada istilah an-Nafs al-Muthmainah (jiwa yang tenang) karena memang dalam suasana tenang orang dapat berpikir dengan baik dan memiliki kepekaan hati yang tajam. “Ketenangan membuat kita tidak reaktif menghadapi permasalahan,” katanya.
Luqman al-Hakim pernah menasihati anaknya, “Wahai anakku, apabila perut dipenuhi makanan, maka gelaplah pikiran, bisulah lidah dari menuturkan hikmah (kebijaksanaan), dan malaslah segala anggota badan untuk beribadah.”
Otak terdiri atas triliunan sel yang terhubung satu dengan lainnya. Di dalamnya bisa disimpan 1 miliar bit memori atau ingatan. Ini sama dengan informasi dari 500 set ensiklopedia lengkap.
Di dalam otak, ada sel yang disebut sebagai neuroglial cells. Fungsinya sebagai pembersih otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit akan ‘dimakan’ oleh sel-sel neuroglial ini. Fisikawan Albert Einstein dikenal sebagai orang yang suka berpuasa. Ketika mendonasikan tubuhnya, para ilmuwan menemukan sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein 73 persen lebih banyak ketimbang orang kebanyakan.
Sebuah penelitian yang dilakukan John Rately, seorang psikiater dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak. Dengan alat functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI), Rately memantau kondisi otak mereka yang berpuasa dan yang tidak. Hasilnya, orang yang shaum memiliki aktivitas motor korteks yang meningkat secara konsisten dan signifikan.
Taufik mengatakan bahwa puasa adalah salah satu bentuk tazkiyatun nafs(menumbuhkan nafsu) dan tarbiyatun iradah (mendidik kehendak). Karena itu, sejak niat puasa, perilaku selama berpuasa dan ritual-ritualnya berada dalam konteks memperbaiki nafsu, menumbuhkan, kemudian mengelola kemauan-kemauan manusia.
Berpuasa menjadi bagian dari perintah agama. Sementara itu agama dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol otak. Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa puasa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. “Sel-sel otak dapat mengalami regenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya karena latihan mental yang terus-menerus,” kata Taufik kepada Tempo.
Bahasa awamnya, kata dia, apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, struktur otaknya akan berubah. Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah sel saraf itu minimal 21 hari. Menurut Taufik, puasa adalah latihan mental yang menggunakan perantara latihan menahan kebutuhan fisik (makan, minum, seks).
Selain membentuk struktur otak baru, Taufik menjelaskan bahwa puasa merelaksasi sistem saraf, terutama otak. Tetapi ada perbedaan mendasar antara relaksasi sistem pencernaan dan sistem saraf. Selama puasa, sistem pencernaan benar-benar beristirahat selama sekitar 14 jam, sementara di dalam otak orang yang berpuasa justru terjadi pengelolaan informasi yang banyak.
Contohnya, kata dia, otak dapat mengingat dengan baik di saat tenang dan rileks. Ketika tidur, biasanya orang bermimpi. Kenapa? Karena di waktu ini otak hanya menerima dan mengelola informasi yang berasal dari dalam dirinya. Di dalam Al-Quran, menurut Taufik, ada istilah an-Nafs al-Muthmainah (jiwa yang tenang) karena memang dalam suasana tenang orang dapat berpikir dengan baik dan memiliki kepekaan hati yang tajam. “Ketenangan membuat kita tidak reaktif menghadapi permasalahan,” katanya.
Luqman al-Hakim pernah menasihati anaknya, “Wahai anakku, apabila perut dipenuhi makanan, maka gelaplah pikiran, bisulah lidah dari menuturkan hikmah (kebijaksanaan), dan malaslah segala anggota badan untuk beribadah.”
Otak terdiri atas triliunan sel yang terhubung satu dengan lainnya. Di dalamnya bisa disimpan 1 miliar bit memori atau ingatan. Ini sama dengan informasi dari 500 set ensiklopedia lengkap.
Di dalam otak, ada sel yang disebut sebagai neuroglial cells. Fungsinya sebagai pembersih otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit akan ‘dimakan’ oleh sel-sel neuroglial ini. Fisikawan Albert Einstein dikenal sebagai orang yang suka berpuasa. Ketika mendonasikan tubuhnya, para ilmuwan menemukan sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein 73 persen lebih banyak ketimbang orang kebanyakan.
Sebuah penelitian yang dilakukan John Rately, seorang psikiater dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak. Dengan alat functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI), Rately memantau kondisi otak mereka yang berpuasa dan yang tidak. Hasilnya, orang yang shaum memiliki aktivitas motor korteks yang meningkat secara konsisten dan signifikan.
Taufik mengatakan bahwa puasa adalah salah satu bentuk tazkiyatun nafs(menumbuhkan nafsu) dan tarbiyatun iradah (mendidik kehendak). Karena itu, sejak niat puasa, perilaku selama berpuasa dan ritual-ritualnya berada dalam konteks memperbaiki nafsu, menumbuhkan, kemudian mengelola kemauan-kemauan manusia.
0 Cara Membentengi Diri Dari Sihir
Label:
Realigi
Pada tulisan kali ini saya akan menyampaikan cara membentengi diri dari sihir. Sumber tulisan ini saya ambil dari buku “Keajaiban Thibbun Nabawi”, terjemahan dari buku berbahasa Arab berjudul “asy-Syifa’ min Wahyi Khatam al-Anbiya’” karya Aiman Ibn ‘Abd al-Fattah. Berikut beberapa cara membentengi diri dari sihir menurut buku tersebut (catatan: ada sedikit editing dan penambahan dari saya, yang saya ambil dari referensi lain, namun tidak mengubah isi).
1. Memakan tujuh butir kurma ‘ajwah, yang paling baik adalah kurma madinah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من تصبح بسبع تمرات عجوة لم يضره ذلك اليوم سم ولا سحر
“Barangsiapa sarapan pagi dengan tujuh
butir kurma ‘ajwah, maka ia tidak akan terkena bahaya racun dan sihir
pada hari itu.” (al-Bukhari no. 5769 dan Muslim no. 2047)
2. Berwudhu. Sihir tidak bisa beraksi dalam tubuh seseorang yang dalam keadaan wudhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
طهِروا
هذه الأجساد طهركم الله فإِنه ليس من عبد يبيت طاهرا إلا بات معه في شعاره
ملك لا ينقلب ساعة من الليل إلا قال: اللهم اغفر لعبدك فإنه بات طاهرا
“Sucikan tubuh ini, niscaya Allah
mensucikanmu. Jika seorang hamba bermalam dalam keadaan suci, maka pada
bermalamnya itu ia dijaga oleh malaikat di rambutnya. Setiap kali ia
berbalik pada satu saat di malam hari, malaikat itu berdoa untuknya, ‘Ya
Allah, ampunilah hamba-Mu, sesungguhnya ia bermalam dalam keadaan
suci.” (Riwayat at-Thabrani dengan isnad jayyid. Al-Albani menghasankan
dalam Shahih al-Jami’ [3936])
3. Shalat berjamaah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ما من ثلاثة في قرية ولا بدو لا تقام فيهم الصلاة إلا قد استحوذ عليهم الشيطان فعليكم بالجماعة فإنما يأكل الذئب القاصية
“Tidak ada tiga orang yang tinggal di satu
desa atau di padang sahara, dimana di tengah-tengah mereka tidak
ditegakkan shalat, kecuali setan pasti menguasai mereka, maka hendaklah
kalian berjamaah, karena serigala hanya akan memangsa kambing yang
menyendiri.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya, kitab Ash
Shalat, Bab At Tasydid Fi Tarkil Jama’ah, no. 460, An Nasa’i dalam
Sunannya, kitab Al Imamah, Bab At Tasydid Fi Tarkil Jama’ah, no.738 dan
Ahmad dalam Musnadnya, no. 26242. Dihasankan oleh al-Albani, sebagaimana
dalam Shahih al-Jami’ [5701])
4. Qiyamul lail.
Barangsiapa yang ingin melindungi dirinya dari sihir, hendaklah bangun
di sebagian waktu malam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah
bertanya tentang seseorang, kemudian dikatakan kepada beliau, “Ia masih
tidur sampai pagi -maksudnya tidak bangun untuk shalat malam-”, maka
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setan telah mengencingi
telinganya.” (al-Bukhari no. 1144)
5. Membaca ta’awudz ketika masuk WC. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki WC, biasa mengucapkan:
بسم الله اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan jantan dan setan betina.” (al-Bukhari no. 142)
6. Berlindung pada saat bersenggama.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang
dari kalian ketika hendak bersenggama dengan istrinya mengucapkan:
بسم الله . اللهم جنبنا الشيطان، وجنب الشيطان ما رزقتنا
(Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yan engkau anugerahkan kepada kami),
lantas ditakdirkan keduanya memperoleh anak, maka setan tidak akan membahayakannya.” (al-Bukhari no. 5165 dan Muslim no. 1413)
7. Membaca ayat Kursi.
Setan pernah berkata kepada Abu Hurairah, “Barangsiapa yang membaca ayat
Kursi sebelum tidur, maka ia akan terus dijaga oleh malaikat penjaga
yang ditugaskan oleh Allah, tidak ada setan yang bisa mendekatinya
sampai pagi.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkomentar, “Dia
benar, meski ia pembohong.” (al-Bukhari no. 2311)
8. Mengucapkan doa berikut setelah shalat shubuh, 100 kali:
لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Barangsiapa yang membaca doa ini, maka setan berkata, ‘Ia
terlindungi dariku sepanjang hari’.” (Riwayat Abu Dawud. Dishahihkan
oleh al-Albani, al-Misykat [2395])
9. Membaca doa keluar dari rumah:
بسم الله، توكلت على الله ، ولا حول ولا قوة إلا بالله
Jika ia mengucapkan doa tersebut, maka akan
dikatakan kepadanya, ‘Engkau telah mendapat petunjuk, kecukupan dan
perlindungan’.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud 4/325 dan at-Tirmidzi
5/490. Shahih)
10. Membaca dzikir-dzikir pagi dan sore, doa masuk masjid dan keluar dari masjid.
Demikianlah beberapa cara membentengi diri
dari sihir. Semoga kita mampu mengamalkannya sehingga kita bisa terbebas
dari sihir yang memperdayakan kita. Amiin.
0 Tentang Istighfar
Label:
Realigi
Kekuatan Istighfar
“Maka aku
katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya
Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu
dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan
untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu
sungai-sungai’.” (TQS. Nuh: 10-12).
Anif Sirsaeba dalam bukunya “Berani Kaya, Berani Takwa” memberikan penjelasan tentang ayat yang saya kutip diatas. Mari kita belajar bersama.
Beliau mengutip pernyataan Imam
al-Qurthubi rahimahullah tentang ayat diatas, “Dalam ayat itu terdapat
bukti-bukti yang jelas bahwa memohon ampun adalah salah satu penyebab
turunnya rizki dan hujan.”
Juga Imam al-Hafizh Ibnu Katsir
rahimahullah, beliau berkata, “Ayat itu menunjukkan, jika anda bertobat
pada Allah, memohon ampun kepada-Nya, dan mematuhi perintah-Nya, maka
rizki anda akan bertambah, dan anda akan diberi makan dari
berkah-berkah dari langit (hujan), dan buah-buahan dari bumi yang
tumbuh untuk anda, dan hasil-hasil panen yang akan tumbuh, dan tetek
sapi akan penuh susunya, semuanya untuk anda! Dan Dia akan memberikan
kepada anda harta benda, kekayaan dan anak-anak. Dia juga akan memberi
anda kebun-kebun dari segala macam buah-buahan, dan mengadakan
didalamnya sungai-sungai kecil.”
Begitulah tafsir dari dua imam besar
tentang ayat Allah diatas. Allah dengan sangat gamblang melalui lisan
Nabi Nuh ‘alaihissalam menunjukkan kunci sukses kehidupan kita, di
akhirat dan juga di dunia, yaitu dengan selalu memohon ampun kepada-Nya.
Dengan istighfar, pintu rezeki dari bumi dan langit akan terbuka,
rahmat dan barakah akan mendatangi kita. Luar biasa!
Mari kita simak beberapa cerita dari salafush shalih berikut, yang menunjukkan begitu hebatnya kekuatan istighfar.
Suatu hari Umar ibn Khaththab radhiyallahu
‘anhu memanggil orang-orang agar berkumpul di lapangan. Saat itu musim
paceklik lagi dahsyat-dahsyatnya. Penderitaan terjadi dimana-mana.
Karena itulah khalifah mengumpulkan mereka. Mereka diajak menunaikan
shalat Istisqa’ bersama-sama. Dalam shalat istisqa’ itu, semua orang
memohon ampun pada Allah subhanahu wa ta’ala atas dosa-dosa mereka.
Saat semua orang memohon ampun itu, Umar berdoa, “Niscaya Dia akan
mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.” Dan Maha Besar Allah, tak
selang berapa lama, hujan pun turun dari langit.
Ada lagi cerita lain yang juga menarik.
Suatu hari ada seseorang datang pada Imam Hasan al-Bashri rahimahullah.
Ia mengeluh tentang musim paceklik. “Mohon ampunlah pada Allah agar
musim paceklik cepat berlalu,” kata Hasan al-Bashri rahimahullah
menasihati.
Di lain hari, ada lagi orang yang datang
padanya, dan memintanya berdoa pada Allah agar menganugerahinya seorang
anak. “Mohon ampunlah pada Allah agar kau segera punya anak,” jawab
Hasan al-Bashri rahimahullah.
Di hari berikutnya, ada lagi orang ketiga
yang datang padanya. Orang itu berkeluh kesah tentang tanamannya yang
tak kunjung berbuah. Apa kata Imam Hasan al-Bashri rahimahullah? Dengan
tegas beliau menasihati, “Mohon ampunlah pada Allah agar tanamanmu
cepat berbuah.”
Mengamati jawaban-jawaban Imam Hasan
al-Bashri rahimahullah itu, salah satu murid beliau bertanya, “Wahai
guru kami, ada tiga orang yang berbeda datang kepadamu dengan keluh
kesah yang berbeda pula, tetapi mengapa anda masih saja menjawab mereka
dengan jawaban yang sama, yakni, mohon ampunlah pada Allah!?”
Imam Hasan al-Bashri rahimahullah langsung
menjawab, “Aku tidak menjawab hal itu dari diriku sendiri. Allah telah
berfirman dalam Surah Nuh, ‘Maka aku katakan kepada mereka, Mohonlah
ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya
Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan
harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan
mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.’”
Di akhir tulisan ini, marilah kita simak sabda Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut.
“Barangsiapa
yang senantiasa memohon ampun, Allah akan membuatkan untuknya, untuk
setiap duka cita, sebuah kebahagiaan, dan untuk setiap situasi yang
sulit, sebuah jalan keluar, dan Dia akan menambahnya dengan makanan
dari tempat yang tiada ia sangka-sangka datangnya.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).
0 Adab-Adab Saat Berdo’a
Label:
Realigi
Kali ini saya akan menyebutkan sebagian adab berdo’a yang saya ambil rujukannya dari kitab al-Jami’ li Ahkam ash-Shalah karya al-‘Aalim asy-Syaikh Mahmud ‘Abdul Lathif ‘Uwaidhah hafizhahullah. Berikut di antara adab-adab berdo’a tersebut:
1. Berdo’a secara serius, betul-betul paham apa yang ingin dia minta kepada Allah ta’ala, yakin do’anya akan di-ijabah oleh Allah, serta tidak lalai terhadap do’anya tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
القلوب
أوعية وبعضها أوعى من بعض فإذا سألتم الله عز وجل أيها الناس فاسألوه
وأنتم موقنون بالإجابة فإن الله لا يستجيب لعبد دعاه عن ظهر قلب غافل
Artinya: “Sesungguhnya hati itu menyadari
atau memahami, yang satu lebih memahami dari yang lain. Wahai manusia,
jika kalian memohon kepada Allah, maka mintalah kepada-Nya dalam keadaan
yakin akan di-ijabah-nya do’a, karena Allah tidak akan mengabulkan permohonan seseorang yang berdo’a dengan hati yang lalai.” (HR. Ahmad)
2. Tidak tergesa-gesa meminta dikabulkannya
do’a, hendaknya dia terus menerus berdo’a tanpa putus asa. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يستجاب لأحدكم ما لم يعجل يقول دعوت فلم يستجب لي
Artinya: “Do’a itu akan dikabulkan bagi
salah seorang dari kalian selama dia tidak tergesa-gesa, misalnya dengan
mengucapkan, ‘Aku telah berdo’a tetapi belum juga dikabulkan’.” (HR.
Al-Bukhari, Ibn Majah, Ahmad, Abu Dawud dan Muslim)
3. Tidak memohon sesuatu yang diharamkan, di dalamnya terdapat dosa, atau memohon sesuatu yang di dalamnya terdapat pemutusan shilaturrahim. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ما
من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها إثم ولا قطيعة رحم إلا أعطاه الله بها إحدى
ثلاث إما أن تعجل له دعوته وإما أن يدخرها له في الآخرة وإما أن يصرف عنه
من السوء مثلها قالوا إذا نكثر قال الله أكثر
Artinya: “’Tidaklah salah seorang muslim memanjatkan satu do’a yang di dalamnya tidak ada dosa atau pemutusan hubungan shilaturrahim
kecuali Allah akan mengabulkannya dengan salah satu dari tiga bentuk,
yaitu bisa dengan menyegerakan terwujudnya permohonan itu baginya, bisa
dengan menyimpannya sebagai pahala untuknya nanti di akhirat, dan bisa
juga dengan memalingkan keburukan darinya dengan nilai semisalnya’. Para
shahabat berkata, ‘Kalau begitu kami akan memperbanyak do’a’.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allah akan lebih
banyak lagi mengabulkannya’.” (HR. Ahmad, al-Bazzar, al-Hakim dan Abu
Ya’la)
4. Memulai do’anya dengan pujian kepada
Allah subhanahu wa ta’ala dan shalawat kepada Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam, kemudian memanjatkan do’a yang dikehendakinya. Dari
Fudhalah ibn ‘Ubaid radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
سمع
رسول الله صلى الله عليه و سلم رجلا يدعو في صلاته لم يمجد الله تعالى ولم
يصل على النبي صلى الله عليه و سلم فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم
عجل هذا ثم دعاه فقال له أو لغيره إذا صلى أحدكم فليبدأ بتحميد ربه جل و عز
والثناء عليه ثم يصلي على النبي ثم يدعة بعد بما شاء
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam mendengar seseorang berdo’a dalam shalatnya dan dia tidak
mengagungkan Allah ta’ala dan tidak bershalawat pada Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, ‘Orang ini tergesa-gesa’. Kemudian beliau memanggilnya dan
berkata kepadanya atau kepada selainnya, ‘Jika salah seorang dari kalian
berdo’a, maka mulailah dengan memuji Tuhannya yang Maha Agung lagi Maha
Perkasa, dan sampaikan sanjungan kepada-Nya, kemudian bershalawatlah
untuk Nabi, dan setelah itu berdo’a memohon apa yang dikehendakinya’.”
(HR. Abu Dawud, ath-Thabrani, at-Tirmidzi dan Ahmad)
Jika memulai doa dengan ucapan ‘subhana rabbiyal ‘aliyyil a’laal wahhab’
(Maha Suci Tuhanku yang Maha Luhur, Maha Tinggi dan Maha Pemberi) maka
itu lebih baik lagi, berdasarkan hadits yang diriwayatkan bahwa Salamah
ibn al-Akwa radhiyallahu ‘anhu berkata:
ما سمعت النبي صلى الله عليه و سلم يستفتح دعاء إلا استفتحه بسبحان ربي العلي الأعلى الوهاب
Artinya: “Aku tidak mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai do’anya melainkan memulainya dengan ucapan, ‘subhana rabbiyal ‘aliyyil a’laal wahhab
(Maha Suci Tuhanku yang Maha Luhur, Maha Tinggi dan Maha Pemberi)’.”
(HR. Al-Hakim, dia menshahihkannya dan disepakati oleh adz-Dzahabi)
5. Mengangkat kedua tangannya jika berdo’a,
di mana dia menjadikan bagian dalam telapak tangannya menghadap
wajahnya, dan tidak mengangkat keduanya melewati wajahnya. Jika selesai
berdo’a, lalu mengusapkan keduanya pada wajahnya. Hal ini berdasarkan
hadits yang diriwayatkan Salman radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda:
إن ربكم حيي كريم يستحيي من عبده أن يرفع إليه يديه فيردهما صفرا أو قال خائبتين
Artinya: “Sesungguhnya Tuhan kalian sangat
pemalu dan maha mulia, Dia merasa malu pada hambanya jika sang hamba
mengangkat kedua tangan kepada-Nya, lalu dia mengembalikan kedua
tangannya dalam keadaan hampa –atau dia berkata– dalam keadaan tanpa
hasil.” (HR. Ibn Majah, Abu Dawud, Ibn Hibban dan ath-Thabrani)
Dan berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari ‘Umair pelayan Abu Lahm:
رأى
رسول الله صلى الله عليه و سلم يستسقي عند أحجار الزيت قريبا من الزوراء
قائما يدعو يستسقي رافعا كفيه لا يجاوز بهما رأسه مقبل بباطن كفيه إلى وجهه
Artinya: “Bahwa dia melihat Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam beristisqa di samping bebatuan az-zait
yang dekat dengan az-zaura, berdiri memohon dan meminta hujan,
mengangkat kedua tangannya tidak melebihi kepalanya, dan beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam menciumkan bagian dalam kedua telapak
tangannya itu ke wajahnya.” (HR. Ibn Hibban, Ahmad, dan Abu Dawud)
6. Mengulang do’a sebanyak tiga kali. Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
كان النبي صلى الله عليه و سلم يعجبه أن يدعو ثلاثا ويستغفر ثلاثا
Artinya: “Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam sangat suka mengucapkan do’a sebanyak tiga kali dan
beristighfar sebanyak tiga kali.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
7. Setelah selesai berdo’a mengucapkan ‘aamiin’. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dari jalur Abu Zuhair berikut ini:
فقال النبي صلى الله عليه و سلم أوجب إن ختم فقال رجل من القوم بأي شيء يختم قال بآمين فإنه إن ختم بآمين فقد أوجب
Artinya: “Lalu beliau shallallahu ‘alaihi
wa sallam berkata, ‘Allah akan mengabulkan do’anya jika orang itu
menutupnya’. Seseorang dari kaum itu bertanya, ‘Dengan apakah dia harus
menutupinya?’, beliau menjawab, ‘Dengan ucapan aamiin, karena jika dia menutup dengan aamiin maka Allah akan mengabulkan do’anya’.”






